Remaja

Saturday, January 13, 2007

Presiden Yudhoyono Kurang Setuju Dibawa ke DK-PBB Laporan Wartawan Kompas Suhartono


CEBU CITY, KOMPAS--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai masalah politik dalam negeri Myanmar tidak menganggu keamanan internasional sehingga dirinya kurang setuju jika masalah tersebut diajukan dalam Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB). Oleh sebab itu, sikap pemerintah Indonesia saat voting dilakukan di DK-PBB, Indonesia bersikap abstain.
"Ini karena secara prosedural, kita kurang setuju dengan resolusi tersebut. Mengapa masalah tersebut dibawa ke DK-PBB. Sebab, ini kan masalah yang tidak mengganggu keamanan internasional. Itulah yang disampaikan Presiden," ujar Juru Bicara Presiden Dino Patti_Djalal menjawab pers, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-12 di Hotel Shangri-la, Cebu, Filipina, Sabtu (13/1) siang waktu setempat.
Menurut Dino, Indonesia bersama Qatar dan Kongo memang bersikap abstain. "Sebab itu, komposisi suaranya menjadi 9 mendukung resolusi, tiga abstain dan tiga menolak. Yang menolak adalah China dan Rusia, ditambah dengan Afrika Selatan. Sedangkan yang mendukung Resolusi adalah Selain AS dan Inggris, juga Belgia, Perancis, Italia, Panama, Peru, dan Slowakia," tambah Dino.
Tentang hasil voting di DK-PBB ini, Dino menyatakan Presiden Yudhoyono sudah mengetahui. Namun, belum menentukan sikap Indonesia lebih jauh mengingat jadwal Presiden Yudhoyono yang ketat dalam KTTAsean ini.
Dino menyatakan, dengan penolakan Resolusi DK-PBB, maka satu-satunya harapan adalah usulan Indonesia, yaitu dibentuknya Komisi Trilateral, yang melibatkan Indonesia, Filipina dan Singapura. Namun, memang hingga sekarang belum ada tanggapan. Indonesia sendiri sejak lama mendukung proses demokratisasi yang tengah dilakukan Myanmar," lanjut Dino, yang menyatakan usulan itu disampaikan di tingkat Menlu.
Dari negara-negara Asean sendiri, kata Dino, sekarang ini ada kesamaan pandangan agar Myanmar perlu merespon keprihatinan masyarakat internasional dan negara-negara di kawasan Asean sendiri.
Myanmar pahami
Secara terpisah, Menlu Hassan Wirajuda, mengakui bahwa Myanmar sudah memahami posisi Indonesia yang abstain atas Resolusi DK-PBB. "Menlu Myanmar Win Aung cukup mengerti dan menjanjikan akan membicarakan masalah ini di negerinya. Dia juga menganggap masalah ini penting untuk memperhatikan Asean," kata Hassan.
"Ada satu pelajaran yang bisa diambil hikmahnya oleh Myanmar, dengan mengabaikan upaya ASEAN selama ini, akibatnya masalah ini bisa dibawa ke forum yang lebih luas lagi. Akan lebih sulit lagi jika masalah ini tidak berhenti di DK-PBB, akan tetapi dibawa lagi ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Karena ini memang domain mereka. Jadi, mudah-mudahan Myanmar bisa bekerjasama dengan Asean," demikian Hassan.

Monday, November 13, 2006

Jika Teman Jadi Pacar


Kata ’teman’ tidak berarti apa-apa bila tidak ditambah dengan kata-kata lain, seperti teman dekat, teman istimewa, atau bahkan teman tapi mesra. Dapatkah kalimat itu digabung?Tentu saja teman yang sudah dikenal bertahun-tahun bisa dikategorikan sahabat. Tetapi bagaimana bila bila sahabat ini lalu menjadi pacar? Apakah hubungan ini bisa menjadi lancar? Kita memang kerap tidak pernah menyangka, hal ini bisa dan tak pernah dapat mengerti, bagaimana ini sampai terjadi. Lalu Anda jadi bertanya-tanya pada diri,apakah dia merasakan hal yang sama? Apakah Anda harus menyatakan perasaan? Mungkin juga tidak perlu karena, toh, dia dapat membaca pikiran Anda setelah sekian lama bergaul. Pasti dia tahu, apa artinya bila Anda menggigit-gigit kuku. Pasti ada sesuatu yang penting yang Anda pikirkan.

Pro&kontraBiasanya, kemudian muncul dilema. Anda takut apa yang bakal terjadi dengan persahabatan yang selama ini sudah terjalin dengan manis bakal berakhir dengan saling membenci. Jadi, apa yang harus dilakukan?
Sebelum melakukan pendekatan Anda harus dapat menempatkan posisi Anda dahulu. Hal ini tidak mudah dan merupakan situasi yang sangat peka. Nah, mau tidak mau, suka tidak suka, Anda harus mempertimbangkan sederet daftar pro dan kontra sebelum mengambil resiko.

Sisi Pro:
1. Anda menyukai kepribadiannya, apa yang membuatnya bahagia dan apa yang dihindarinya.
2. Anda melewati hari-hari bersama dia, baik dalam suka dan duka. Anda berdua memiliki minat yang sama dan bahkan pada saat masing-masing tidak ada yang dibicarakan, Anda berdua menikmati kebersamaan dalam keheningan.
3. Anda mengenal orangtuanya, diterima baik oleh mereka, dan bila berada di rumahnya seperti berada di rumah sendiri. Anda dan ayahnya menonton pertandingan sepak bola bersama atau bermain catur dengan kakak laki-lakinya.

Sisi Kontra:
1. Karena sudah mengenal perilakunya, walaupun hal ini merupakan nilai lebih, pada kenyataannya tidak ada lagi hal-hal yang membuat Anda penasaran dan ini dapat menimbulkan rasa bosan.
2. Anda mengambil resiko amat besar, yaitu bisa kehilangan persahabatan. Anda tidak dapat lagi menjadi bagian dari kehidupannya.
3. Anda tidak selalu cocok di segala hal. Sebagai sahabat dan bukan pacar, hubungan Anda baik-baik saja. Tetapi tidak demikian bila dia menjadi pacar. Anda dapat kehilangan orang yang selalu menjadi pendengar yang baik manakala Anda patah hati. Lalu siapa yang akan menjadi pendengar setia bila dia yang menjadi topik pembicaraan Anda?
Selalu ada resiko
Dari sisi pro dan kontra yang disebutkan di atas, sisi kontra lebih memungkinkan membawa Anda pada kehancuran sebuah persahatan yang indah.Sementara di sisi lain, ada risiko yang harus dihadapi bila Anda menyatakan dengan terus terang mengenai perasaan Anda. Ketidakjujuran dapat menghancurkan persahabatan bila sikap Anda berubah menjadi aneh karena perasaan yang tiba-tiba Anda rasakan terhadap dirinya.
Anda mungkin tidak lagi menjadi sahabat terbaiknya, jangan sepelekan perasaan Anda karena perasaan itu akan dapat muncul bila Anda mencoba bertahan dan menyembunyikannya.
Duduk dengan tenang pertimbangkan sisi pro dan kontra, dan jangan lupa, resiko yang mungkin terjadi sangat berarti bagi Anda. Anda tidak pernah tahu perasaanya bila Anda tidak mencoba.
Bila anda berdua sedekat yang Anda pikir, mengungkapkan perasaan mungkin hanya menimbulkan kejanggalan sementara bila Anda bertepuk sebelah tangan. Hubungan yang luar biasa bisa tumbuh dari perasaan yang luar biasa pula. Siapa tahu, dia pun memendam perasaan yang sama seperti yang Anda rasakan.