Remaja

Monday, November 13, 2006

Jika Teman Jadi Pacar


Kata ’teman’ tidak berarti apa-apa bila tidak ditambah dengan kata-kata lain, seperti teman dekat, teman istimewa, atau bahkan teman tapi mesra. Dapatkah kalimat itu digabung?Tentu saja teman yang sudah dikenal bertahun-tahun bisa dikategorikan sahabat. Tetapi bagaimana bila bila sahabat ini lalu menjadi pacar? Apakah hubungan ini bisa menjadi lancar? Kita memang kerap tidak pernah menyangka, hal ini bisa dan tak pernah dapat mengerti, bagaimana ini sampai terjadi. Lalu Anda jadi bertanya-tanya pada diri,apakah dia merasakan hal yang sama? Apakah Anda harus menyatakan perasaan? Mungkin juga tidak perlu karena, toh, dia dapat membaca pikiran Anda setelah sekian lama bergaul. Pasti dia tahu, apa artinya bila Anda menggigit-gigit kuku. Pasti ada sesuatu yang penting yang Anda pikirkan.

Pro&kontraBiasanya, kemudian muncul dilema. Anda takut apa yang bakal terjadi dengan persahabatan yang selama ini sudah terjalin dengan manis bakal berakhir dengan saling membenci. Jadi, apa yang harus dilakukan?
Sebelum melakukan pendekatan Anda harus dapat menempatkan posisi Anda dahulu. Hal ini tidak mudah dan merupakan situasi yang sangat peka. Nah, mau tidak mau, suka tidak suka, Anda harus mempertimbangkan sederet daftar pro dan kontra sebelum mengambil resiko.

Sisi Pro:
1. Anda menyukai kepribadiannya, apa yang membuatnya bahagia dan apa yang dihindarinya.
2. Anda melewati hari-hari bersama dia, baik dalam suka dan duka. Anda berdua memiliki minat yang sama dan bahkan pada saat masing-masing tidak ada yang dibicarakan, Anda berdua menikmati kebersamaan dalam keheningan.
3. Anda mengenal orangtuanya, diterima baik oleh mereka, dan bila berada di rumahnya seperti berada di rumah sendiri. Anda dan ayahnya menonton pertandingan sepak bola bersama atau bermain catur dengan kakak laki-lakinya.

Sisi Kontra:
1. Karena sudah mengenal perilakunya, walaupun hal ini merupakan nilai lebih, pada kenyataannya tidak ada lagi hal-hal yang membuat Anda penasaran dan ini dapat menimbulkan rasa bosan.
2. Anda mengambil resiko amat besar, yaitu bisa kehilangan persahabatan. Anda tidak dapat lagi menjadi bagian dari kehidupannya.
3. Anda tidak selalu cocok di segala hal. Sebagai sahabat dan bukan pacar, hubungan Anda baik-baik saja. Tetapi tidak demikian bila dia menjadi pacar. Anda dapat kehilangan orang yang selalu menjadi pendengar yang baik manakala Anda patah hati. Lalu siapa yang akan menjadi pendengar setia bila dia yang menjadi topik pembicaraan Anda?
Selalu ada resiko
Dari sisi pro dan kontra yang disebutkan di atas, sisi kontra lebih memungkinkan membawa Anda pada kehancuran sebuah persahatan yang indah.Sementara di sisi lain, ada risiko yang harus dihadapi bila Anda menyatakan dengan terus terang mengenai perasaan Anda. Ketidakjujuran dapat menghancurkan persahabatan bila sikap Anda berubah menjadi aneh karena perasaan yang tiba-tiba Anda rasakan terhadap dirinya.
Anda mungkin tidak lagi menjadi sahabat terbaiknya, jangan sepelekan perasaan Anda karena perasaan itu akan dapat muncul bila Anda mencoba bertahan dan menyembunyikannya.
Duduk dengan tenang pertimbangkan sisi pro dan kontra, dan jangan lupa, resiko yang mungkin terjadi sangat berarti bagi Anda. Anda tidak pernah tahu perasaanya bila Anda tidak mencoba.
Bila anda berdua sedekat yang Anda pikir, mengungkapkan perasaan mungkin hanya menimbulkan kejanggalan sementara bila Anda bertepuk sebelah tangan. Hubungan yang luar biasa bisa tumbuh dari perasaan yang luar biasa pula. Siapa tahu, dia pun memendam perasaan yang sama seperti yang Anda rasakan.